HaLaman

Senin, 09 Juli 2012

cara pembuatan media


LAPORAN PRAKTIKUM
Nama Penguji/Analisis/Materi          : Cara Pembuatan Media
Mata Kuliah                                         : Mikrobiologi
Semester                                             : II/ Genap
PJMK / Dosen Praktikum                  : Woeryanto, M.Si
Asisten Praktikum                              : Fitriana Putri Utami
 





Disusun Oleh:
AHMAD RIZA WAHYUTAMA

25010111140270

KELAS R2-1
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012
HALAMAN PENGESAHAN
1.    Judul Kegiatan           : Praktikum Mikrobiologi

2.    Materi                         : Cara Pembuatan Media


3.    Penyusun                   :
Ahmad Riza Wahyutama                       25010111140270
4.    Lokasi Kegiatan          :            Laboratorium Terpadu FKM UNDIP




Mengetahui,                                                            Semarang, 01 Juni 2012
Dosen praktikum                                                                         asisten




Woeryanto, M.Si                                                                   Fitriana Putri U
NIP.130606878                                                                   NIM : E21009110






DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iii
KATA PENGANTAR...........................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN
A.            Tujuan Praktikum........................................................................................1
B.            Manfaat Praktikum......................................................................................1
BAB II DASAR TEORI
A.                 Media......................................................................................................2-4
B.                 Media nutrient agar................................................................................4-6
C.                 Media lactose broth…………………………………….………..…..........6
D.                 Media TCBS............................................................................................6-7
E.                  Media glukosa........................................................................................7
F.                  Media LJ…………………………………………………………………...7-9
G.                 Media BHI…………………………………………………………………9-11
H.                 Media SS…………………………………………………………………11-13
I.                    Media blood agar darah domba………………………………………...13-15
BAB III METODE PRAKTIKUM
A.    Alat dan bahan praktikum NA…………………………………………….16
B.    Skema kerja berisikan alur kerja praktikum NA…………………………16
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Praktikum.......................................................................................17  
B.    Gambar hasil praktikum…………………………………………………...17
 PENUTUP
 Kesimpulan dan saran........................................................................................18

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………19

Kata Pengantar
Puji dan syukur marilah kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas karunianyalah saya dapat menyelesaikan Laporan Praktikum mikrobiologi ini dengan baik.
Dalam penyusunan laporan ini mungkin kami mengalami kesulitan dan kendala yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan, pengetahuan,dan wawasan serta pola pikir saya. Namun berkat keyakinan, keinginan, dan usaha dengan sungguh-sungguh akhirnya semua hambatan itu dapat kami atasi dengan baik.
Saya  menyadari sedalam-dalamnya bahwa saya tidaklah sempurna dalam pembuatan laporan ini. Dengan demikian kami berharap dengan dibuatnya  laporan Praktikum mikrobiologi tentang Cara Pembuatan Media ini dapat memenuhi persyaratan dalam Mata Kuliah mikrobiologi dan dapat bermanfaat bagi saya serta para pembaca lainnya.
Tidak lupa saya berterimakasih kepada rekan-rekan yang telah banyak membantu dalam proses pembuatan laporan ini.

Semarang, 01 Juni 2012

Ahmad Riza Wahyutama


Bab I
Pendahuluan
A.    Tujuan praktikum
1.    Untuk mengetahui cara pembuatan media biakan dan komposisi yang digunakan dalam penumbuhan mikroorganisme
2.    Tujuan dari praktikum ini adalah agar praktikan terampil dalam melakukan pembuatan media.
3.    Tujuan dari praktikum ini adalah agar praktikan terampil dalam melakukan  pengenceran
4.    Tujuan dari praktikum ini adalah agar praktikan terampil dalam melakukan penanaman bakteri
5.    Mengetahui jenis dan kegunaan media
6.    Mengetahui cara mensterilkan media

B.    MANFAAT
1.    Mengenali alat-alat yang dipergunakan dalam pembuatan media
2.    Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai cara pembuatan media
3.    Menambah ilmu dan pengetahuan mengenai cara pembuatan media
4.    Menambah pengetahuan sifat terhadap warna, PH, kelembaban, suhu dalam pembuatan media.







Bab II
Dasar teori
A.    Media
Perbenihan atau media yaitu campuran bahan-bahan tertentu dengan aquadest yang dapat menumbuhkan bakteri, virus, jamur, atau parasit,dengan derajat keasaman dan inkubasi tertentu. Disini diuraikan mengenai media untuk Bakteri.
Menurut Fungsinya media dibagi beberapa menjadi beberapa kelompok, yaitu :
  1. Media transport :Media untuk pengiriman/membawa bahan pemeriksaan bakteriologis
  2. Media penyubur (Enhricment Media) : Media untuk memperbanyak/pertumbuhan
  3. Media Selektif : Media yang dapat digunakan untuk memisahkan memilih satu jenis bakteri dari koloni-koloni yang lain.
  4. Media Differensial : Media yang komposisi kimiawinya dapat member ciri kusus Pada genus bakteri tertentu
  5. Media Penyimpanan : Media yang digunakan untuk subkultur atau pemeliharaan bakteri.
  6. Media identifikasi : Perbenihan yang digunakan untuk menentukan jenis
  7. bakteri/identifikasi.Biasanya digunakan beberapa media bersama-sama
Media pertumbuhan bakteri sangat beragam, mulai dari media selektif, media penyubur, media diferensial, dll. Masing-masing media memiliki fungsi berbeda dan digunakan tergantung tujuan dari praktikan. Berikut adalah syarat yang harus dipenuhi media :
a.       Mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroorganisme yang sedang   dikembangkan.
b.      Memiliki kelembaban optimum bagi pertumbuhan mikroorganisme.
c.       Mengandung oksigen (kultur bakteri aerob) dan pH yang sesuai.
d.      Harus bebas dari mikroba lain dan steril

Ada 3 jenis media pengembangbiakan berdasarkan konsistensinya, antara lain :

a.  Media padat, yaitu media berbentuk padat yang mengandung agar 1-1.5%, misalnya nutrien agar
b.  Media cair, yaitu media berbentuk cair yang tidak mengandung agar, misalnya nutrien broth.
c. Media semi padat, yaitu media yang berbentuk padat pada suhu dingin, dan berbentuk cir bila suhu panas, misalnya media SIM (media yang digunakan untuk uji produksi sulfur, indol, motilitas)
Berdasarkan komposisi penyusunnya, media dibedakan menjadi 2, yaitu media sintetis dan media non-sintetis. Media sintetis adalah media yang telah diketahui susunan kimia nutrisinya, seperti media pepton agar yang terbuat dari pepton, agar dan NaCl, sedangkan media non-sintetis, yaitu media yang belum diketahui susunan kimia nutrisinya, seperti kentang, wortel, kaldu, dll
Berdasarkan konsistensi atau kepadatannya, medium dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
a.    Medium cair/broth/liquid medium
Contoh : air pepton, nutrient broth, lactosa
b.    Medium setengah padat (semi solid medium)
Contoh : sim agar, cary dan brain agar
c.    Medium padat (solid medium)
Contoh : endo agar, PDA, Nutrient agar
Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba, isolasi, memperbanyak jumlah, menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba, dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi. Media biakan adalah media steril yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme.  Media biakan terdiri dari garam organik, sumber energi (karbon), vitamin dan zat pengatur tumbuh (ZPT).  Selain itu dapat pula ditambahkan komponen lain seperti senyawa organik dan senyawa kompleks lainnya (Soeryowinoto, 1985).
Keragaman yang luas dalam hal tipe nutrisi diantara bakteri, diimbangi oleh tersedianya berbagai macam media yang banyak macamnya untuk kultuivasinya.  Macam media tersebut dapat dibagi berdasarkan bentuknya dan susunannya.
Berdasarkan bentuknya, media dibagi atas medis cair, semi cair dan padat.  Sedang menurut susunannya, media dapat dibagi atas media kompleks dan media sintetik.
Adapun dalam percobaan ini, jenis media yang digunakan adalah jenis media PDA (Potato Dekstrose Agar) yang merupakan media padat dan tergolong media kompleks.
Media biakan yang mampu mendukung optimalisasi pertumbuhan milroorganisme harus dapat memenuhi persyaratan nutrisi bagi mikroorganisme. unsur tersebut berupa garam organik, sumber energi (karbon), vitamin dan zat pengatur tumbuh (ZPT).  Selain itu dapat pula ditambahkan komponen lain seperti senyawa organik dan senyawa kompleks lainnya

B.    Media nutrient agar
Nutrien agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan agar. Na merupakan salah satu media yang umum digunakan dalam prosedur bakteriologi seperti uji biasa dari air, sewage, produk pangan, untuk membawa stok kultur, untuk pertumbuhan sampel pada uji bakteri, dan untuk mengisolasi organisme dalam kultur murni.
Untuk komposisi nutrien adar adalah eksrak beef 10 g, pepton 10 g, NaCl 5 g, air desitilat 1.000 ml dan 15 g agar/L. Agar dilarutkan dengan komposisi lain dan disterilisasi dengan autoklaf pada 121°C selama 15 menit. Kemudian siapkan wadah sesuai yang dibutuhkan.
Sumber : praktikum
Pembuatan Nutrient Agar 
·         Timbang komponen medium dengan menggunakan timbangan analitis untuk volume yang diinginkan sesuai dengan komposisi berikut:
o   Beef extract 3 g
o   Peptone 5 g
o   Agar 15 g
o   Akuades s.d 1000 ml
·         Akuades sebanyak 100 ml dibagi menjadi dua satu bagian untuk melarutkan Beef extract dan peptone dan sebagian lagi untuk melarutkan agar. Sebaiknya air untuk melarutkan agar lebih banyak
·         Larutkan agar pada sebagian air tersebut dengan mengaduk secara konstan dan diberi panas. Dapat menggunakan kompor gas atau hot plate stirrer(jangan sampai overheat, karena akan terbentuk busa dan memuai sehingga tumpah). 
·         Sementara itu sebagian akuades digunakan untuk melarutkan peptone danbeef extract, cukup dengan pengadukan.
·         Setelah keduanya larut, larutan dituangkan ke larutan agar dan diaduk sampai homogen. Kemudian pH media diukur dengan mencelupkan kertas pH indikator. Jika pH tidak netral maka dapat ditambahkan HCl/NaOH.
·         Setelah itu media dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer dan disterilisasi dengan autoklaf.
·         Tuang media steril ke cawan petri steril secara aseptis. Jika diinginkan media tegak atau miring pada point ke 5, media langsung dituang ke tabung kemudian disterilisasi.
C.   Media lactose broth
Lactose broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air, makanan, dan produk susu, sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform.
Lactose broth dibuat dengan komposisi 0,3% ekstrak beef; 0,5% pepton; dan 0,5% laktosa.
D.   Media TCBS
Kegunaan :Enrichment Media khusus (Vibrio cholera).
Kandunang : pepton, NaCl
*Tutup tabung: Kapas kuning
Hasil positif (tersangka) : media menjadi keruh
Cara Kerja :
  1. Sampel padat yang telah dihomogenkan dengan NaCl atau sampel cair (dapat langsung di gunakan, dimasukan kedalam tabung yang telah berisi alkalis pepton 1ml.
  2. Inkubasi 24 jam suhu 37C
  3. Lihat warna pada media
  4. Apa bila apabila warna media menjadi keruh(tersangka V. cholera) pemeriksaan lanjutan dilakukan.
E.    Media glukosa
Media ini berfungsi untuk isolasi, enumerasi, dan menumbuhkan sel khamir. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini, PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir. Untuk membuatnya, semua bahan dicampur dengan ditambah CaCO3 terlebih dahulu sebanyak 0,5 g lalu dilarutkan dengan akuades. Kemudian dimasukkan dalam erlenmeyer dan disumbat dengan kapas lalu disterilisasi pada suhu 121°C selama 15 menit.
Sumber : praktikum
F.    Media LJ
Media LJ merupakan media yang digunakan untuk pertumbuham bakteri tahan asam (sputum) atau kuman penyebab penyakit tuberculosis.

Sumber : praktikum

Bakteri tahan asam (BTA) adalah bakteri yang pada pengecatan Ziehl-Neelsen (ZN) tetap mengikat warna pertama, tidak luntur oleh asam dan alkohol, sehingga tidak mampu mengikat warna kedua. Bakteri tersebut ketika diamati dibawah mikroskop tampak berwarna merah dengan warna dasar biru muda. Terdapat lebih dari 50 spesies Mycobacterium, antara lain banyak yang merupakan saprofit.

 
Sumber : www.scribd.com
Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri tahan asam, berbentuk batang dan bersifat aerob obligat yang tumbuh lambat dengan waktu generasi 12 jam atau lebih. Mycobacterium tuberculosis menyebabkan tuberculosis dan merupakan patogen yang berbahaya bagi manusia. Mycobacterium leprae menyebabkan lepra. Mycobacterium avium-intracellulare (kompleks M. avian) dan mikobakteria apitik lain yang sering menginfeksi pasien AIDS, adalah patogen ortunistik pada orang-orang dengan fungsi imun yang terganggu lainnya, dan kadang-kadang menyebabkan penyakit pada pasien dengan sistem imun yang normal. 
Sumber penularan adalah penderita TB yang dahaknya mengandung kuman TB hidup (BTA positif). Infeksi kuman ini paling sering disebarkan melalui udara (air borne, droplets infection). Penyebaran melalui udara berupa partikel-partikel percikan dahak yang mengandung kuman berasal dari penderita saat batuk, bersin, tertawa, bernyanyi atau bicara. Partikel mengandung kuman ini (berukuran diameter 1-5 µm) akan terhisap oleh orang sehat dan menimbulkan infeksi di saluran napas.
Terdapat beberapa macam bahan spesimen dalam pemeriksaan laboratorium tuberkulosis yaitu:
Ø Sputum (dahak), harus benar-benar dahak bukan ingus juga bukan ludah.
Ø Air kemih pagi hari, pertama kali keluar merupakan urin pancaran tengah.
Ø Air kuras lambung, umumnya anak-anak atau penderita yang tidak dapat mengeluarkan dahak.
Ø Bahan-bahan lain, misalnya nanah, cairan cerebrospinal, cairan pleura, dan usapan tenggorokan.

G.   Media BHI
Kegunaan : Untuk pertumbuhan bermacam-macam mikroorganisme phatogenik(bakteri).
Prinsip kerja : Berisi irisan kecil dari jaringan otak dan dapat digunakan untuk menumbuhkan banyak bakteri seperti streptococcus, staphylococcus,
Kandunan : Nutrien substrat, glukosa, NaCl, Dinatrium hydrogen phospat
*Tutup tabung : Kapas Putih biru
Hasil positif (tersangka) :Media berubah menjadi keruh
Foto: BHI yang belum di tumbuhi bakteri, sumber : www.google.com

Sumber : www.google.com
Cara Kerja :BHI yang ditumbuhi bakteri (karena bersifat Universal)
  1. Sampel padat yang telah dihomogenkan dengan NaCl atau sampel cair (dapat langsung di gunakan, dimasukan kedalam tabung yang telah berisi BHI 1ml.
  2. Inkubasi 24 jam suhu 37C
  3. Lihat warna pada media
  4. Apa bila apabila warna media menjadi keruh pemeriksaan lanjutan dilakukan.
H.   Media SS
1. Kegunaan Media S S A adalah untuk menumbuhkan Salmonella dan shigella, karena media ini termasuk media selektif merupakan media yang kompleks yang sangat selektif terhadap kuman-kuman tertentu.
2. Komposisi Media :
· Lab-Lemco powder 5,0 gr
Sebagai sumber vitamin B
· Peptone 5,0 gr
Sebagai sumber nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan mikroba
· Laktose 10,0 gr
Sebagai sumber energy dan sebagai bahan karbohidrat
· Bile Salt 8,5 gr
Sebagai penghambat tumbuhnya bakteri gram positif
· Sodium Citrate 10,0 gr
Sebagai sumber nutrisi lain bagi mikroorganisme
· Sodium thiosulphate 8,5 gr
Sebagai sumber nutrisi bagi mikroorganisme
· Ferric citrate 1,0 gr
Sebagai bahan buffer dan aseptor elektron
· Briliant green 0,00033 gr
Sebagai inhibitor atau penghambat tumbuhnya mikroorganisme lain
· Neutral red 0,025 gr
Sebagai indicator untuk mengetahui terbentuk tidaknya asam karena pemecahankarbohidrat
· Bacto Agar 13,5 gr
Sebagai bahan pemadat media
Cara Kerja :
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Cara penimbangan
Penimbangan reagent dilakukan sesuai dengan kebutuhan/volume yang akan dibuat berpedoman kepada cara pembuatan yang tertera pada botol reagent
Pada botol reagent tertera 60 gram dalam 1 liter oleh karena pada saat itu volume yang dibuat adalah 1000 ml, maka ditimbang 30 gram sebanyak 2 kali dan dilarutkan masing-masing ke dalam 500 ml aquadest untuk mempermudah dalam proses pelarutan
3. Mengatur pH aquadest
Untuk menghindari kesalahan pembuatan media khususnya S S A, salah satunya harus memperhatikan pH aquadest yang digunakan. pH aquadestyang di atur pH nya sesuai dengan volume yang akan kita gunakan.
pH aquadest untuk media SSA yaitu 7,0±0,2, jika pH masih dibawah ketentuan atau cenderung ke asam (<5),>7), maka harus ditambahkan HCL tetes demi tetes hingga mencapai pH yang digunakan
4. Cara melarutkan S S A
Bahan yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam Erlenmeyer 1000 ml, sisa bahan yang menempel pada cawan yang digunakan menimbang dibilas dengan aquadest sebanyak 3 kali, kemudian tambahkan aquadest dengan pH yang telah di atur sebelumnya sampai pada garis tanda 500 ml lalu di aduk
Karena tidak semua langsung larut maka untuk melarutkannya digunakan waterbath. Waktu pelarutan tidak ditentukan, namun sesekali harus dicek hingga tidak ada lagi butiran zat pada dinding tabung atau larutan.
SSA tidak disterilkan dalam autoclave karena ada zat zat yang akan rusak yakni sodium sitrate dan sodium thiosulphate.
5. Menuang ke dalam plat
Tuang ke dalam plat (petridish) yang telah di sterilkan, caranya buka tutup petridish seminim mungkin untuk menghindari atau meminimalisasi terjadinya kontaminan lalu tuang larutan hingga menutupi permukaan petridish, tapi jangan terlalu tipis maupun terlalu tebal
Setelah penuangan selesai biarkan media tersebut sampai dingin dan padat.

I.      Media blood agar darah domba
Kegunaan : Enrichment media khusus staphylococcus (terutama bakteri Staphylococcus aureus)
Prinsip kerja : Pertumbuhan staphylococcus dinaikan oleh piruvat, glysin, dalam konsentrasi manitol yang tinggi, kontaminasi dari gram negative dihambat lithium clorida,sementara kontaminasi gram positif lain dihambat oleh tellurit. Micrococcus di cegah sampai derajat tertentu karena kondisi anaerob.pertumbuhan Staphylococcus dapat diketahui denangan timbulnya warna hitam pada media karena reduksi tellurit menjadi methalik tellurium.
Kandungan : potassium tellurit trihidrat
Hasil positif (tersangka) : warna media berubah menjadi hitam.
Foto : Geoliti yang belum di tumbuhi bakteri, sumber : www.bukailmu.com
Foto : Geolliti tersangka Bakteri S. aureus, sumber : www.scribd.com
Tersangka Bakteri S. aureus : diperkirakan di tumbuhi bakteri S. aureus harus dilanjutkan ketahap identifikasi.
Cara Kerja:
  1. Sampel padat yang telah dihomogenkan dengan NaCl atau sampel cair (dapat langsung di gunakan, dimasukan kedalam tabung yang telah berisi Giolliti1ml.
  2. Inkubasi 24 jam suhu 37C
  3. Lihat warna pada media
  4. Apa bila apabila warna media menjadi hitam pemeriksaan lanjutan dilakukan.
Pembuatan :
190 ml (atau kelipatan 19 ml)/1000ml X 55 gram = berat serbuk.
Untuk 190ml aquades serbuk 10,45 gram(dilarutkan),sterilkan dengan autoclave 121C 20 menit.Suam-suam kuku ditambah Kalium Tilurit 1%(0,1ml untuk 19 ml media). Masukan kedalam tabung rekasi yang telah disterilkan( sterilisasi dalam oven suhu 120C selama 24 jam) diatas diberi parafindan ditutup kapas putih.
*Tutup tabung : kapas putih












BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.   Alat dan Bahan Praktikum NA
1.    Tabung Erlenmeyer
2.    Lampu spirtus
3.    PH indicator
4.    Korek Api
5.    Reagen NA
6.    Pengaduk
Mulai
 B. Skema Kerja Berisikan Alur Kerja Praktikum NA
Nyalakan spirtus
Mengambil aquades 100 cc pada tabung erlenmeyer
Masukkan reagen NA
selesai
Ukurlah PH dalam hasil pembuatan media
Homogenkan hingga jernih,menguap, dan mendidih
 














BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Praktikum
No.
Analisis
Hasil
1
Bentuk bahan
Serbuk reagent NA
2
Hasil PH
7 (neutral)
3
Waktu yang dibutuhkan
15 menit
4
Warna
Kuning bening
5
Suhu
>100° C


B.    Gambar Hasil Praktikum
 











PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari uraian di atas maka dapat diambil beberapa kesimpulan mengenai cara pembuatan media antara lain :
1.    media yaitu campuran bahan-bahan tertentu dengan aquadest yang dapat menumbuhkan bakteri, virus, jamur, atau parasite.
2.    Derajat keasamanan dari tiap-tiap media berbeda
3.    PH dari tiap-tiap media berbeda.
4.    Bahan-bahan reagen untuk membuat media dibutuhkan tergantung kebutuhan
5.    Homogenkan media dengan menggoyang-goyangkan agar merata panasnya
6.    Pembuatan Media untuk penanaman kuman dengan cara isolasi.

B.    Saran.
Dalam praktikum ini Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba, isolasi, memperbanyak jumlah, menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba, dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media. Dalam praktikum media hendaknya media harus steril sebelum digunakan. Dalam isolasi dengan cara mengisolasi beberapa goresan artinya menentukan salah satu koloni yang murni. Koloni yang ada diambil untuk dimurnikan dengan media tertentu.






Daftar pustaka
1.    Ani Murniati, 2000. Buku Penuntun Praktikum Mikrobiologi
2.    Austin,1993. Vibrio.London :Gram-hill College.
3.    Dwidjoseputro. 1964. Dasar – dasar Mikrobiologi.  Jakarta : Djambatan
4.    Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Lingkungan dan Pangan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro,Semarang
5.    www.Belajarmikro.co.cc , diakses pada tanggal 4 juni 2012
6.    www.Media-na.com , diakses pada tanggal 4 juni 2012
7.    www.Scribd.com , diakses pada tanggal 4 juni 2012
8.    www.bukailmu.com , diakses pada tanggal 5 juni 2012
9.    www.google.com, diakses pada tanggal 6 juni 2012


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar